Sayaguru’s Weblog

Sebuah Perpindahan

Posted by: sayaguru on: April 29, 2009

Alhamdulillah akhirnya setelah dipastikan lolos tes CPNS 2009 saya mengikuti pembekalan di PCP Trawas pada tanggal 30-31 Maret 2009. Di sana saya baru tahu kalau ditempatkan di SMAN 1 Pacet. Sekolah ini termasuk tiga sekolah yang sempat terbersit dalam hati sebelumnya. Walaupun berat meninggalkan siswa SMK Muhammadiyah dan MAN 1 Kota Mojokerto yang akan menghadapi UNAS serta harus melepaskan jabatan wakasek kurikulum di SD Muhammadiyah Plus Mojokerto, pada tanggal 1 April 2009 saya sudah harus mulai dinas di SMAN 1 Pacet. Bagi saya, ketika menjadi GTT saya diamanahi kepala sekolah tempat saya mengajar, akan tetapi menjadi CPNS saya diamanahi oleh negara. Amanah dari negara ini yang membuat saya harus menjadi lebih baik dari ketika saya menjadi GTT. Gampangannya ketika menjadi GTT saya hanya dibayar jam mengajar, akan tetapi untuk CPNS seluruh waktu kerja saya sudah dibeli negara. Semoga Allah mengijinkan saya menjalankan amanah ini.
Satu minggu awal menjadi CPNS saya disibukkan mengumpulkan berkas untuk gaji dan sebagainya. Bahkan saking ribetnya SK asli saya ikut saya legalisir yang membuat SK saya menjadi tidak sah. Ini untuk pelajaran yang lainnya, SK asli jangan diikutkan bersama fotokopian. Alhamdulillah pada waktu yang ditenggatkan, 7 April 2009, semua berkas saya sudah kelar. Fokus saya setelah itu tertuju pada mulai aktif masuk di SMAN 1 Pacet.
SMAN 1 Pacet terletak di daerah Pandan Arum. Singkatan dari sekolah ini adalah SMANSAPA. Lokasinya lumayan asri, setiap pagi terdengar suara kicauan burung gereja yang berterbangan hinggap di satu dahan ke dahan lain di pepohon yang rindang. Di depan, samping kanan dan belakang sekolah ini terhampar hektaran sawah dengan sistem teras siring. Di sebelah kirinya terdapat pasar hewan yang ramai setiap Legi. Ruangan kelas dan kantornya memiliki langit-langit yang tinggi-tinggi sehingga semakin menunjang kesejukan ruangan. Saya senang berangkat pagi-pagi ke sekolah ini, karena dari rumah ke sekolah kalau pagi saya menikmati. Dari rumah saya berangkat sekitar jam 6 dan sampai di sekolah ini pukul 6.30an. Sampai di sekolah biasanya yang datang masih pak Satpam, satu atau dua guru, seringkali saya guru yang pertama kali datang. Pada hari-hari awal saya sempatkan ikut menemani pak Satpam menjaga di depan sekolah. Dengan begitu saya dapat mengetahui kebiasaan siswa sejak mulai awal mereka masuk.
Tidak ada sekolah yang sempurna, tetapi tidak ada salahnya kita mencatat beberapa hal yang bisa dijadikan perbaikan untuk kebaikan bersama. Saya lumayan kaget, karena siswa di sini hampir jarang yang bersalaman dengan gurunya. Dan ketika terdengar bel masuk masih banyak yang berkeliaran di luar kelas atau asyik ngobrol di depan kelas. Bahkan ketika guru masuk ke dalam kelas hal itu masih mereka lakukan. Ini membutuhkan kesadaran dari siswa dan guru. Untungnya guru di sini lumayan ramah dan tidak membedakan senior dan yunior. Saya masuk seakan-akan saya sudah lama mengajar di sini. Satu hal yang tidak saya temukan di sekolah saya ngajar sebelumnya, guru di sini yang laki-laki suka main catur. Ketika saya baru datang ada dua papan catur yang kelihatannya sangat sering dipakai. Dua minggu kemudian papan catur bertambah menjadi empat buah. Itu pun seringkali kehabisan stok karena masih dipakai ‘tanding’. Guru-guru di sini walaupun tidak ada jam mengajar tetap datang ke sekolah. Karena setiap hari diabsen sama pak Ridwan. Daripada nganggur, catur dijadikan untuk membunuh waktu senggang. Ini yang mengobati rasa kecewa saya dengan siswa yang ada. Akan tetapi hal itu pernah terjadi pada murid saya di MAN 1 Kota Mojokerto dan di SMK Muhammadiyah. Alhamdulillah mereka bisa berubah. Saya harap siswa di sini akan berubah menjadi yang lebih baik.
Pacet, 20 April 2009

Quantum Teaching di MAN 1 Kota Mojokerto

Posted by: sayaguru on: January 19, 2009

Pada tanggal 14-16 Januari 2009 kemarin MANSA mengadakan diklat Smart Teaching menggunakan konsep Quantum Teaching dari Konsorsium Pendidikan Islam (KPI) Surabaya. Dari tiga hari pelatihan ada beberapa hal yang saya bisa peroleh tanpa harus membuka catatan. Yang pertama, dalam diklat tersebut guru disadarkan bahwa mereka saja bisa salah apalagi muridnya. Sehingga tanpa harus dinasehati peserta (termasuk saya) sadar bahwa seseorang dalam belajar itu bisa salah. Salah itu bisa dari ketidak tahuan, makanya belajar. Konsep ini membuat saya semakin terbuka menerima kesalahan atau ketidak mampuan siswa.
Yang kedua, seseorang apabila ditanya siapa orang yang berjasa selama ini? Jawabnya antara ayah dan ibu. Dengan begitu apabila guru ingin diingat dan dikenang kebaikannya oleh muridnya harus dapat berperan seperti layaknya seorang atau atau ibu. Yang pada dasarnya dalam mengajar harus disertai niat tulus dan ikhlas untuk membentuk generasi terbaik yang kita inginkan. Hal ini membuat saya ingat sosok bu Muslimah di Laskar Pelanginya Andrea Hirata.
Yang ketiga, saya juga disadarkan bahwasanya kecerdasan itu tidak hanya pandai menghafal, menghitung dan mendapatkan nilai baik saja. Bisa jadi anak itu cerdas dalam segi moral spiritual, agama, sosial, personal dan lainnya. Dalam istilah quantum teaching disingkat SLiM n BIL. Yaitu spasial visual, linguistik, interpersonal, musikal, natural, bodi kinestetik, intrapersonal, dan logika matematika. Dari sini guru harus mengerti siswanya cerdas di bagian mana. Apabila diketahui kecerdasan siswa di salah satu bidang dapat dijadikan modal untuk mengasahnya menjadi lebih baik. Ada kisah yang ditulis di buku Smart Parents for Smart Sutudents karya Miftahul Jinan bahwa ada kakak beradik. Sang kakak begitu berprestasi di sekolah. Baik itu pelajaran ataupun kegiatan ekstranya. Sedangkan adiknya tidak menampakkan bakat sebagaimana anaknya. Akan tetapi sang adik senang berdoa dan amalan agamis lainnya. Dari sini orangtuanya sadar bahwa walaupun IQ anak keduanya tidak setinggi kakaknya akan tetapi ESQ-nya sang adik melebihi kakaknya. Sehingga guru disadarkan bahwa muridnya tidak ada yang bodoh. Tinggal dilihat dari sisi mana murid itu cerdas.
Dari kegiatan itu saya menggebu-gebu ingin segera melaksanakannya. Wallahu a’lam.

Alhamdulillah Saya Diterima CPNS

Posted by: sayaguru on: January 5, 2009

Tahun ini merupakan tahun yang mungkin saya tidak dapat melupakan. karena di tahun ini salah satu doa saya dikabulkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Yaitu saya diterima CPNS formasi guru bahasa Inggris di SMA Kabupaten mojokerto.
Akan tetapi ada kesedihan. Saya harus meninggalkan murid saya di SMK Muhammadiyah 1 Kota Mojokerto. Saya juga harus meninggalkan MAN 1 Kota Mojokerto yang siswa dan gurunya terasa berat saya tinggalkan. Tapi kemenangan itu butuh pengorbanan.
Ketika ke kakak ipar saya di Gresik tanggal 1 Januari kemarin dulu saya melewati DAwarblandong yang mungkin saya ditempatkan di sana. Beberapa hari kemudian saya baca di Radar Jawa Pos bahwa banyak guru sana yang minta pindah karena keadaan masyarakat ekonominya rendah dan ditambah air bersih sulit didapat. Saya hanya berdoa semoga Allah memberikan yang terbaik bagi dunia dan akhirat saya.

Menerima Nasehat

Posted by: sayaguru on: October 17, 2008

Diriwayatkan dari Abu Ruqayyah, Tamim Ad Dari radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dien (ajaran Islam) itu adalah nasehat, (beliau ucapkan) tiga kali.” Kami (para shahabat) bertanya: “Untuk siapa, ya Rasulullah?”

Kata beliau: “Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, dan para imam kaum muslimin serta orang ‘awam (rakyat)nya.” (HR. Muslim, hadits ketujuh kitab Arba’in Nawawi.)

Sebagai manusia kita melakukan banyak kesalahan. Seringkali kesalahan itu tidak kita sadari. Oleh kerena itu kita butuh nasehat. Saya secara pribadi sering mendapatkan nasehat dari orang, pengalaman dan mimpi. Dari ketiga hal itu saya bisa memiliki cermin untuk melihat apa yang sudah ada di belakang saya. Saya bisa melihat banyaknya kesalahan yang telah saya perbuat. Ramadlan telah saya lewati. Tetapi masih banyak kesalahan yang saya lakukan. Memang nasehat itu sangat penting, supaya kita tidak terjerembab pada kesalahan fatal. Barakallahu fii kum.

Marhaban Ya Ramadlan

Posted by: sayaguru on: August 30, 2008

Ramadlan tiba. Jadikanlah bulan ini untuk meng-upgrade diri kita. Semoga kita berusaha menjadi salah satu dari tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di masa tidak ada perlindungan selain dari-Nya. Sebagaimana dalam hadits berikut:

448. Dari Abu Hurairah r.a. pula, katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Ada tujuh macam orang yang akan dinaungi oleh Allah dalam naunganNya pada hari yang tiada naungan melainkan naunganNya sendiri – yakni hari kiamat, iaitu imam – kepala atau pemimpin – yang adil. Pemuda yang membesar -sejak kecilnya – dalam beribadat kepada Allah, orang yang hatinya tergantung – sangat memerhatikan -kepada masjid-masjid dua orang yang saling cinta-mencintai kerana Allah, keduanya berkumpul atas keadaan sedemikian itu dan keduanya berpisah atas keadaan sedemikian itu pula, orang lelaki yang diajak oleh wanita yang mempunyai kedudukan dan berparas cantik, lalu ia berkata: “Sesungguhnya saya ini takut kepada Allah,” – demikian pula sebaliknya, iaitu wanita yang diajak lelaki lalu bersikap seperti di atas, juga orang yang bersedekah dengan suatu sedekah lalu disembunyikan sedekahnya itu sehingga seolah-olah tangan kirinya tidak tahu apa yang dinafkahkan oleh tangan kanannya dan orang yang mengingat pada Allah di waktu keadaan sunyi lalu melelehlah airmata dari kedua matanya.” (Muttafaq ‘alaih)

Selamat berusaha.

Komunikasi

Posted by: sayaguru on: March 17, 2008

Komunikasi merupakan salah satu hal yang harus dipahami dengan baik. Lisan merupakan salah satu sarana komunikasi yang bisa membuat orang mendapatkan kebaikan atau keburukan. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mewasiatkan untuk menjaga lisan dan kemaluan, soalnya dari dua hal itu bisa mendatangkan manfaat ataupun bencana. Sebagai seorang pengajar kita harus paham betul bagaimana menggunakan lisan kita. Dari lisan kita bisa keluar ilmu yang bermanfaat ataupun sampah yang tidak perlu didengar oleh pihak yang kita didik.

Tetappi komunikasi tidak hanya satu arah, sehingga selain kita harus paham menata perkataan kita juga harus tahu diri dalam memahami perkataan pihak lain. Ada kasus guru membunuh muridnya karena dia ndak bisa memahami dengan bijak perkataan muridnya. Ada kasus orang tua marah kepada anaknya karena ndak paham perkataan anaknya. Ada bawahan marah kepada atasannya karena salah memahami informasi yang dia dapat.

Proses pemahaman dalam komunikasi ini akan berjalan dengan baik apabila kita memiliki sifat tawadlu’ (rendah hati), shobr (sabar), dan tabayyun (cross check). Apabila ada orang mengakatan atau kirim sms yang nggak enak bagi kita tetunya pengin cepat marah, tapi tunggu dulu, bisa jadi apa yang dikatakan itu bisa untuk memperbaiki sifat atau kekurangan kita. Dengan tawadlu’ kita bisa mengontrol konflik. Apabila tingkat menyakitkannya lebih tinggi maka gunakan senjata kedua, ash shobru (kesabaran). Dengan kesabaran itu akan membuat konflik tidak berkembang pula. Seperti api yang membakar kayu kering, maka matikan dengan air. Selesai, yang panas akan jadi dingin. Langkah berikutnya adalah tabbayun apakah benar maksudnya seperti yang kita pahami? Siapa tahu maksudnya ndak gitu. Saya tadi pagi dapat sms dari salah satu guru, saya balas dengan baik-baik. Eh dianya yang mengatakan saya kalau ngomong sengak (nyakitin ati). Saya jadi bingung padahal saya ndak ada pikiran nyengak orang ketika kirim sms itu.

Dari situlah saya ingin mengajak pembaca untuk berhati-hati dalam berkomunikasi dan memahami informasi. Selamat mencoba.

Internal Control

Posted by: sayaguru on: March 11, 2008

When you have more than 20 students in your classroom, it will be difficult for you if you control them by yourself. Imagine how if each student understands why he/she presents in your class, or he/she wants to have benefits from your lesson. If you have that kind of condition you will have no trouble for controlling your students. They already have their own control.

To create this kind of condition, you have to describe the function of your lesson in their daily life. If they know that the lesson is useful they will try to understand it. Your lesson should fulfill their willing to have knowledge, skill, and fun. Have a try.

Siswa Bermasalah adalah Aset Keberhasilan

Posted by: sayaguru on: March 10, 2008

Anda punya siswa senang ngobrol di kelas? Tidur di kelas? Pusing dengan hasil ulangan siswa? Hampir semua guru biasanya mengalami hal itu. Saya dulu juga pernah mengalaminya. Setiap saat saya berusaha memikirkan bagaimana mengtasinya. Sekitar dua bulan ini saya berusaha melakukan internal motivation pada siswa saya.

Pada awal pertemuan semester saya berikan materi yang akan mereka pelajari pada semester ini dengan harapan siswa tahu tujuan umum yang mereka akan pelajari. Pada setiap bahasan saya beritahukan mengapa mereka perlu belajar materi tersebut. Misalnya pada materi teks News Item saya beritahukan pada mereka apabila bisa memahami teks ini paling tidak ketika surfing di internet tidak canggung melihat berita dalam bahasa Inggris. Saya beritahukan juga bahwa dengan membuka situs di internet lebih banyak dan lebih cepat untuk mengetahui berita terbaru. Dan yang tidak kalah pentingnya lebih murah daripada harus beli koran atau majalah bahasa Inggris yang baru.

Ketika pembelajaran dalam kelas sudah biasa siswa ngobrol dengan temannya, tidur, melamun atau mengerjakan hal lain yang tidak berhubungan dengan pembelajaran. Tetapi itu tidak terjadi di kelas saya. Ketika ada siswa yang mulai ngobrol dengan temannya saya langsung bilang ke dia, “Wah, kamu membicarakan hal yang penting ya? Ayo semuanya perhatikan yang dia bicarakan. Bangkunya dihadapkan ke dia semuanya.” Dengan begitu siswa tersebut diam dengan sendirinya dan malu untuk mengulanginya. Ketika ada siswa tidur saya samperin dan tanya ke dia kenapa ngantuk, saya tanya juga kalau ada guru menjelaskan t’rus dia tidur apakah itu benar? Dia pasti jawab salah. Untuk kejadian yan sama pernah saya komentarin, “Wah kalau begitu ketika saya masuk kelas ini tlangsung tidur saja, ya? Wong kamu juga tidur. Saya juga kepingin tidur. Enak tidur saja daripada ngajar.” Dengan begitu siswa yang lain otomatis tidak mau saya tidur, maka mereka membangunkan temannya yang tidur itu. Coba hal ini di kelas Anda.

Yang terkahir ketika ulangan, dalam satu kelas saya pilih satu anak yang senang mbolos, nilai ulangan jelek, pokoknya bermasalah. Kalau kelas itu mau masuk lab bahasa dan nonton film bareng maka anak tadi harus dapat minimal 60. Dengan begitu teman-temannya berusaha ngajarin dia sebelum ulangan ataupun sebelum remidi. Hasilnya? Ada anak yang ketika ulanan dapat 0 jadi dapat 100 ketika remidi.  Selamat mencoba.

Motivate! Don’t underestimate!

Posted by: sayaguru on: March 10, 2008

Ini adalah blog saya untuk menumpahkan pengalaman saya selama mengajar bahasa Inggris. Saya sangat tertarik memotivasi siswa untuk mencapai suatu keberhasilan. Semoga bisa bermanfaat. Thanks.

 

January 2010
M T W T F S S
« Apr    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031